Sponsor Jersey Liverpool dari Masa ke Masa

Sejak beberapa musim terakhir, logo perusahaan bank swasta Standard Chartered menghiasi sisi depan jersey Liverpool. Gelontoran dana sebesar 30 juta euro per musim menjadi harga yang harus dibayar Standard Chartered agar logo perusahaan mereka terpampang di jersey klub berjuluk The Reds tersebut. Namun jauh sebelum logo Standard Chartered terpampang di seragam kesebelasan Liverpool, terdapat beberapa sponsor jersey yang namanya terus melekat dalam ingatan para penggemar Liga Inggris, khususnya Liverpudlian yang merupakan julukan bagi penggemar Liverpool.

Menurut catatan sejarah, Liverpool merupakan klub peserta Liga Inggris pertama yang menggunakan logo sponsor di jersey mereka, yaitu ketika menggandeng “Hitachi” yang merupakan perusahaan elektronik asal Jepang sebagai sponsor jersey mereka. Sebelum era Liverpool dengan Hitachi-nya, sisi depan jersey kesebelasan di Inggis hanya dihiasi logo klub dan nomor pemain, menuliskan nama lengkap klub, atau mayoritas dibiarkan polos saja. Perusahaan Crown Paints melanjutkan tradisi penyematan logo sponsor di jersey klub Liverpool setelah berakhirnya kontrak dengan Hitachi pada tahun 1982.

Selepas era Hitachi dan Crown Paints, Liverpool menjalin kerja sama dengan perusahaan bernama Candy dengan durasi empat tahun. Dengan demikian, tulisan Candy terpampang di jersey Liverpool di akhir dekade 1980-an. Pada masa Candy menjadi sponsor klub inilah era kejayaan Liverpool diraih, dengan pemain legendaris seperti Iank Rush dan Kenny Dalglish. Dengan jersey bertuliskan Candy inilah Liverpool memperoleh titel Juara Liga Inggris untuk terakhir kalinya.

Setelah habis kontrak dengan Candy, Liverpool menggaet Carlsberg. Perusahaan yang memproduksi minuman penghangat badan tersebut merupakan sponsor terlama yang menghiasi kaos Liverpool, yaitu sejak musim kompetisi 1992 hingga 2010 silam sebelum digantikan Standard Chartered. Era Liverpool dengan sponsor Carlsberg-nya merupakan era yang melekat di benak kebanyakan Liverpudlian. Selain menjadi sponsor dengan durasi kontrak terpanjang di Liga Inggris, era Carlsberg menandai kejayaan Liverpool di Liga Champions, sekaligus menandai era sial mereka di liga domestik. Terhitung sejak Carlsberg menghiasi jersey tim utama Liverpool, tidak sekalipun Liverpool menjuarai Liga Inggris. Hal ini tentu bertolak belakang ketika Liverpool berlaga di kompetisi Eropa seperti Liga Champions. Liverpool menunjukkan tajinya, salah satunya adalah keberhasilan mereka dalam meraih titel Liga Champions 2005. Sementara di era Standard Chartered sebagai sponsor, Liverpool belum berhasil meraih satu titel pun yang dapat dikatakan sebagai titel prestisius.

Banyak di kalangan Liverpudlian yang mengait-kaitkan keberhasilan klub kesayangan mereka dengan logo sponsor yang tersemat di jersey tim kesayangan mereka. Sebab jika memperhatikan tradisi Liverpool pada dua dekade sebelumnya, sponsor jersey memang dianggap mempengaruhi naik-turunnya prestasi Liverpool.

Kontrak Standard Chartered sebagai sponsor jersey Liverpool masih akan berlaku hingga 2019 nanti. Patut kita tunggu apakah dalam kurun waktu tiga musim ke depan Liverpool akan mampu berprestasi dengan menggunakan jersey yang memampang logo bank swasta tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *