Sejarah Kaos Liverpool dari Masa ke Masa

Setiap klub sepakbola tentunya memiliki jersey yang berbeda di setiap musimnya, dan jersey-jersey ini bianya mempunyai arti serta makna tersendiri, seperti simbol untuk seuatu peristiwa yang berkaitan dengan klub tersebut, begitu juga dengan klub berjuluk The Reds, Liverpool. Kaos Liverpool memang memiliki perkembangan dari masa ke masa yang meninggalkan kesan tersendiri bagi pemain serta pendukunganya.

Liverpool menggunakan warna merah pada jerseynya yang menjadi simbol kota yang memiliki posisi di barat laut Inggris. Logo yang terdapat dalam jersey Liverpool adalah Burung Liver yang menjadi simbol resmi klub sejak 1901.

Kaos LiverpoolPada tahun 1979, sponsor mulai menempel pada jersey pemain Liverpool untuk pertama kalinya. Sponsor pertama Liverpool adalah Hitachi, sebuah perusahaan elektronik dari Jepang. Adanya kesepakatan kerjasama ini pun menjadikan klub Liverpol sebagai klub pertama di Liga Inggris yang menggunakan logo sponsor di jersey klubnya. Kerjasama dengan sponsor yang memberikan pemasukan bagi klub ini pun kemudian ditiru oleh tim-tim di liga Inggris lainnya.

Selanjutnya Liverpool menjalin kerjasama dengan Candy yang mana dalam periode tersebut, Liverpool mengantongi titel Liga Inggris terakhir di tahun 1990. Bisa dikatakan masa tersebut adalah puncak kejayaan Liverpool karena memiliki pemain legendaris seperti Ian Rush dan Kenny Dalglish.

Musim 1991-1992, Liverpool mengeluarkan Jersey yang cukup menarik dengan penggunaan warna abu-abu sebagai peringatan satu abad kelahiran Liverpool. Selain abu-abu, ada juga jersey tandang yang menggunakan warna jersey dengan paduan putih dan kuning serta celana hitam yang dominan.

Baca Juga : Sponsor Jersey Liverpool dari Masa ke Masa

Pada tahun 2000, lahir jersey all-red Liverpool yang legendaris dengan warna merah untuk kaos, celana, hingga kaos kaki pemain. Hal ini bukan tanpa alasan, karena penggunaan warna merah di seluruh kostum adalah metode untuk menekan lawan secara psikologis. Pemain yang mengenakan kostum all-red terlihat tampak seperti raksasa di mata lawan sehingga dapat mempengaruhi psikologis lawan.

Tahun itu, prestasi Liverpool mengalami peningkatan yang pesat, termasuk di dalamnya adalah raihan Piala FA. Faktor jersey all-red memang bukan menjadi yang utama, namun warna ini telah menjadi warna yang sangat berarti, tak hanya bagi pemain tetapi juga bagi para fans Liverpool.

Kaos Liverpool berwarna merah ini juga disebut sebagai pembakar spirit tatkala Liverpool meraih gelar Liga Champions kelima. Peristiwa tahun 2005 ini juga dikenal dengan The Miracle of Istanbul.

Berbicara tentang sponsorship, salah satu sponsor terlama yang menjalin kerjasama dengan Liverpool sejak tahun 1992 hingga 2010 adalah Carlsberg, yang kemudian digantikan oleh Standard Chartered sejak 2010 hingga sekerang.

Itulah sejarah kaos Liverpool dari masa ke masa, meski dalam 18 tahun terakhir, prestasi Liverpool menukik tajam, akan tetapi adanya pergantian jersey di setiam musim menandakan bahwa Liverpol ingin terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *