Perkembangan Teknologi Bahan Jersey

Perkembangan teknologi yang semakin masif juga menyentuh perkembangan pembuatan jersey sepak bola. Jika pada beberapa dekade lalu bahan jersey hanyalah kain-kain konvensional yang mudah ditemukan dan beredar luas di pasaran, kini perkembangan teknologi memungkinkan adanya terobosan dalam pembuatan bahan kaos bola.

Salah satu trobosan terbesar dalam pemutakhiran bahan untuk kaos bola dilakukan oleh perusahaan apparel Nike. Nike mendaur ulang bola basket sebagai bahan pembuatan jersey sepak bola. Teknologi baju berbahan dasar plastik ini diberi nama Dri-FIT. Konon, untuk membuat satu jersey, Nike hanya membutuhkan bahan delapan botol plastik bekas untuk didaur ulang sebagai bahan dasar jersey.

Keunggulan jersey berbahan dasar botol plastik yang diproduksi Nike adalah teknologi baru ini dapat menjaga tubuh pemain agar tetap sejuk dan kering sepanjang pertandingan. Jersey berbahan dasar botol plastik yang didaur ulang ini juga memiliki bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan jersey berbahan dasar kain atau benang. Model jersey yang dirancang aerodinamis membuat tubuh pemain bisa tercetak dengan jelas ketika jersey mereka digunakan. Elastisitas bahan ini juga lebih besar 17 persen dibandingkan bahan lainnya. Kelebihan lain dari desain teknologi Dri-FIT ini adalah adanya ratusan lubang kecil di dua sisi pinggang jersey sehingga suhu tubuh pemain tetap terjaga.

Baca Juga : Tips Memilih Jersey Grade Ori

Berbeda dengan Nike, Puma mengeluarkan terobosan lain dalam hal bahan jersey. Terobosan ini diberi nama teknologi ACTV Thermo-R. Teknologi bahan untuk pembuatan jersey ini memungkinkan panas tubuh pemain dapat dilepaskan, sehingga ketika suhu tubuh seorang pemain mengalami peningkatan, bahan ini tidak hanya akan menyerap keringat, tapi juga berfungsi melepaskan keringat. Bahan ini juga dapat menunjang pemain dalam memaksimalkan kinerja ototnya dan mengoptimalkan gerakannya, terutama di daerah perut hingga dada, sehingga gerakan pemain ketika sedang berlari tidak akan terganggu.

Teknologi ACTV Thermo-R yang dirilis Puma sebenarnya merupakan perbaduan bahan spandex, polyester, dan nilon. Hanya saja teknologi puma menjadikan perbaduan ketiga bahan dasar jersey tersebut menjadi lebih lentur dan padat. Perpaduan ketiga bahan tersebut disesuaikan dengan kelembaban masing-masing bagian tubuh, sehingga temperatur masing-masing bagian tubuh yang berbeda dapat terakomodir semuanya oleh bahan yang berbeda-beda dan  dicetak tiga dimensi tersebut.

Selain Dri-FIT dan ACTV Thermo-R, teknologi lain yang diterapkan pada bahan dasar jersey adalah Base Layer. Base Layer merupakan teknologi baru di bidang bahan pakaian dirancang sangat dekat dengan struktur kulit manusia. Fungsi dari teknologi ini adalah untuk menjaga kulit supaya tetap kering berkeringat. Base layer merupakan bahan yang dapat menyerap keringat dengan cepat. Bahan ini juga dapat digunakan di segala kondisi, baik saat cuaca panas atau dingin.

Penemuan terbaru di bidang pengolahan bahan jersey memang masih menjadi kontoversi hingga hari ini. Selain dianggap sebagai doping terselubung karena bahan-bahan tersebut dapat menunjang penampilan pemain, teknologi ini bahkan dapat membantu pemain hingga hal-hal mendetail seperti kemampuan untuk mengatur suhu tubuh. Namun, perkembangan teknologi merupakan suatu hal yang tidak bisa terhindarkan dalam bidang industri, dalam hal ini industri sepak bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *