Baju Jersey Bola Paling Laris

Salah satu hal yang paling ditunggu oleh supporter fanatik sebuah klub sepak bola dari bergulirnya musim kompetisi baru adalah dirilisnya baju jersey terbaru klub kesayangan mereka. Desain jersey yang mengalami perubahan setiap musimnya menjadi suatu hal yang layak dikoleksi bagi penggemar yang fanatik.

Sambil menunggu rilisan terbaru jersey masing-masing klub, ada baiknya kita mengintip jumlah penjualan penjualan baju jersey bola paling laris di dunia pada musim lalu yaitu musim 2015/2016. Berikut ini adalah daftar sepuluh besar jersey klub sepak bola paling laris oleh Euroamericas, salah satu agensi marketing olah raga terkemuka.

Peringkat pertama penjualan jersey terlaris ditempati oleh Barcelona. Klub raksasa asal Catalunya tersebut berhasil menjual jersey resmi mereka sebanyak 3,637 juta buah, naik sebesar 32 persen dari jumlah penjualan pada musim sebelumnya. Peningkatan jumlah penjualan ini ditengarai disebabkan oleh prestasi Barcelona yang terus stabil dari musim ke musim. Selain itu, kerja sama Barcelona dengan sponsor mereka Qatar Airways diyakini memperluas jangkauan mereka di pasar Asia.

Peringkat kedua ditempati oleh klub raksasa Jerman Bayern Munchen. Menurut data yang dirilis Euroamericas, jersey resmi Bayern Munchen pada musim lalu terjual sebanyak 3,312 juta, mengalami peningkatan signifikan sebesar 40% dari jumlah penjualan sebelumnya.

Baca juga: Desain Jersey Terbaru AC Milan

Chelsea menempati peringkat ketiga penjualan jersey terlaris. Meski prestasi Chelsea di musim 2015/2016 jeblok, namun hal tersebut seakan tidak berpengaruh pada jumlah penjualan jersey mereka. Chelsea berhasil menjual jersey resmi mereka sebanyak 3,102 juta, mengalami peningkatan sebesar 39% dari musim sebelumnya.

Manchester United menempati urutan keempat dari sepuluh besar penjualan jersey terlaris musim 2015/2016. MU berhasil menjual jersey resmi mereka sebanyak 2,977 juta. Posisi MU disusul oleh Real Madrid di tempat kelima dengan penjualan sebesar 2,866 juta. Meski Real Madrid berhasil menjuarai Liga Champions pada musim 2015/2016, hal ini tidak berhasil mendongkrak penjualan jersey mereka. Desain jersey yang tidak mengalami banyak perubahan dari musim sebelumnya ditengarai menjadi salah satu penyebabnya.

Peringkat keenam hingga kedelapan berturut-turut ditempati oleh Paris Saint-Germain dengan penjualan sebanyak 2,212 juta jersey, disusul Arsenal dengan 2,055 juta jersey, kemudian Atletico Madrid  dengan 1,977 juta. Sementara, dua klub raksasa Italia menempati posisi sembilan dan sepuluh penjualan jersey terlaris musim 2015/2016. Juventus berhasil menjual jersey resmi mereka sebanyak 1,678 juta potong, disusul AC Milan di belakangnya dengan penjualan sebanyak 1,287 juta jersey.

Penjualan baju jersey klub dapat menjadi salah satu tolak-ukur sejauh mana popularitas klub tersebut. Penjualan jersey dapat menjadi gambaran seberapa besar jumlah basis suporter klub di berbagai negara di luar negara klub tersebut berasal. Selain itu, pemasukan dari penjualan jersey juga merupakan salah satu pemasukan terbesar bagi klub, di luar pemasukan dari hak siar dan kontrak dengan sponsor. Maka tidak heran jika kini banyak klub sepak bola Eropa yang mulai pemperluas jangkauannya ke berbagai penjuru dunia dengan membuat cabang-cabang club store yang menjual jersey resmi mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *