Lambang Garuda di Baju Jersey Timnas Indonesia

Tak sulit untuk mengenali baju jersey Tim Nasional sepakbola Indonesia, selain warnanya yang merah menyala, juga karena ada lambang garuda yang terpasang di dada sebelah kiri. Lambang Garuda memang identik dengan timnas Indonesia, dan ternyata pemasangan lambang garuda ini sudah berlangsung sejak lama, tepatnya sejak tahun 1950-an.

Timnas Indonesia pertama kali menggunakan lambang garuda di jerseynya pada tahun 1954, kala itu Timnas sedang menjalani tur Eropa Timur setelah tahun 1951, PSSI diakui dan resmi bergabung dengan FIFA.

Saat itu, timnas Indonesia belum mengenakan seragam dengan warna merah putih, oleh karena itu untuk menunjukkan identitas bangsa, Presiden Soekarno memerintahkan untuk memasang lambang garuda di dada kaos timnas, dan hal tersebut berlanjut hingga kini.

Dalam FIFA sebenarnya tak ada aturan khusus yang mewajibkan sebuah timnas nasional suatu bangsa untuk memasang lambang negara di kaos timnya, namun hal tersebut juga tidak dilarang oleh FIFA, karena memang FIFA menganggap jika logo atau lambang negara merupakan representasi yang mewakili negara.

Meski telah digunakan sejak lama, akan tetapi keberadaan lambang garuda di kaos timnas ini lebih diperhatikan keberadaannya seiring populernya lagu ‘Garuda di Dadaku’ yang dinyanyikan dan diciptakan oleh band NETRAL.

Lagu Garuda di Dadaku memang identik dengan timnas Indonesia, lagu ini tak hanya sering dinyanyikan di panggung musik, namun timnas Indonesia berlaga, lagu ini berubah menjadi ‘mars nasional’ yang dinyanykan oleh seluruh pendukung timnas di stadion.

Baca juga: Apparel Lokal Kaos Bola Indonesia

Namun, keberadaan lambang garuda di baju jersey timnas ini bukannya tidak menuai kontroversi. Pada tahun 2010, tepatnya beberapa hari sebelum timnas berlaga di ajang AFF, David ML Tobing, seorang pengacara mengajukan gugatan atas penggunaan lambang garuda di jersey timnas. Gugatan tersebut dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

David bersikukuh menggugat lambang garuda di kostum timnas karena ia menganggap bahwa penggunaan lambang tersebut telah melanggar UU Nomo4 24 Tahun 2009. Secara spesifik undang-undang tersebut berbicara tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan.

David berpikiran bahwa penggunaan lambang negara hanya boleh digunakan ketika mengemban tugas negara di luar negeri, dan baginya sebuah pertandingan sepakbola bukan termasuk kategori tersebut. David pun akhirnya menggugat presiden, mendiknas, dan menpora agar segera mencabut lambang tersebutd dari kaos timnas Indonesia.

Terlepas dari kontroversi yang ada, tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan lambang negara di dada sebelah kiri kostum timnas Indonesia telah mampu membangkitkan semangan dan rasa nasionalisme, tak hanya bagi para pemain timnas yang sedang bertanding, namun juga bagi para pendukung setia timnas. Nasionalisme memang tak bisa diukur hanya dari penggunaan lambang negara di baju jersey, akan tetapi tak ada salahnya jika hal tersebut memang bisa menjadi pemantik agar masyarakat bisa lebih mencintai bangsanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *