Mengenal Teknologi AeroSwift Pada Jersey Barcelona

Sebagai salah satu tim papan atas Eropa yang sudah menjuarai Liga Champion ini tidak hanya memiliki pemain yang mumpuni dengan skill tinggi seperti Lionel Messi namun juga menggunakan teknologi terbaru sebagai penunjang. Teknologi tersebut tidak hanya ditemukan di perlengkapan seperti sepatu namun juga pada baju. Jersey Barcelona yang bekerja sama dengan Nike sebagai sponsornya ini menggunakan teknologi aeroswift untuk menunjang para pemain Barca.

Teknologi aeroswift merupakan teknologi canggih yang membatasi sentuhan antara pengguna dan juga jersey yang dipergunakan. Sehingga, dengan adanya teknologi canggih tersebut yang menyebabkan jersey tidak terlalu melekat pada tubuh saat sedang berkeringat, pemain Barca tidak merasa kegerahan saat bermain walaupun menggunakan jersey dalam kurun waktu yang cukup lama, misalnya 90 menit ditambah dengan tambahan waktu.

Teknologi aeroswift yang diaplikasikan pada jersey Barcelona tersebut ternyata juga diaplikasikan untuk jersey lainnya yang dibuat oleh Nike, misalnya untuk baju lari. Nike Vapor yang terbuat dari bahan polyester daur ulang yang di konstruksi dengan rancangan yang sederhana untuk mereduksi berat agar tidak membebani atlet ini dikombinasikan dengan teknologi aeroswift sehingga membuat atlet seperti pelari bisa bergerak dengan lebih leluasa dan tanpa beban. Bahkan, atlet dari AS, Brazil, Jerman dan Cina menggunakan teknologi tersebut untuk baju atletnya pada Olimpiade Rio.

Sebelumnya, di tahun 2014 tepatnya untuk musim 2014/2015, Barcelona yang kala itu menggandeng Nike sebagai salah satu sponsor, juga memperkenalkan Kit home yang menggunakan bahan dan juga teknologi yang ramah lingkungan. Bahan yang dipergunakan untuk membuat jersey adalah dari botol plastik yang sudah di daur ulang, yaitu 100% polyester daur ulang untuk celana, 90% bahan daur ulang untuk jersey dan 78% untuk bahan kaos kaki. Masing-masing kit home milik Barcelona tersebut terbuat dari 18 botol plastik yang didaur ulang.

Jersey Barcelona yang melekat pada tubuh pemain ini memungkinkan pemain untuk bisa bergerak dengan lebih natural dan lebih nyaman. Di musim 2014/2015 Barca menggunakan teknologi Dri-Fit dari Nike yang bisa membantu untuk menyerap keringat yang dihasilkan kemudian mengeluarkan dengan lebih cepat sehingga jersey menjadi lebih cepat kering. Sebelum teknologi aeroswift digunakan, Nike merancang jersey milik Barca dengan lubang ventilasi yang memungkinkan pemain tidak terlalu gerah saat sedang bermain. Lubang tersebut dibuat dengan cara pemotongan laser sehingga tidak mengganggu tampilan atau design dari jersey club Cattalan tersebut namun tetap bisa membantu untuk menjaga regulasi temperatur pemain Barcelona saat sedang bermain. Di musim liga 2014/2015, Barca juga menggunakan kaus kaki Nike Elite Match yang dilengkapi dengan perlindungan jari kaki dan bagian depan kaki yang kerap mengalami benturan ketika permainan sedang berlangsung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *