Out of The Box, Desainer ini Bisa MembuatAtasanKebaya Modern yang Keren


Ada yang lain dari gaya berbusana anak muda saat ini dalam berkebaya modern. Dahulu model kebaya yang umumnya digunakan seolah baku, berlengan panjang, berleher terbuka hingga ke dada, dengan potongan mengepas di tubuh. Lalu muncul beragam kebaya lainnya yang lebih modern dengan model yang lebih modern, ada yang dengan leher tertutup dan tidak terlalu mengepas di tubuh. Saat ini muncul lagi alternatif model atasan dan model bawahan kebaya yang unik.

Berikut beberapa perancang Indonesia yang berhasil menciptakan alternatif model atasan kebaya modern yang lain, namun tetap kental akan budaya Indonesia.

  • Lulu Lutfilabibi

( Foto : Detik )

Seorang perancang busana dari Yogyakarta berhasil memberikan sentuhan lain pada pakaian traditional Indonesia. Lulu Lutfilabibi menarik perhatian para peminat fesyen akan keistimewaan kain lurik, tidak hanya dari dalam negeri melainkan dari beberapa negara peminat fesyen di dunia lainnya.

Kain lurik merupakan pakaian tradisional khas pria pedesaan di suku Jawa, dengan katun sebagai bahan dasarnya dan mayoritas bermotif garis-garis. Karya dari perancang busana Lulu Lutfilabibi sangat unik, tidak simetris dan jika digunakan terlihat seperti hanya lilitan-lilitan kain. Teknik yang ia gunakan adalah Teknik draping yaitu teknik melilit, menumpuk dan mengikat kain. Dengan karyanya ini, Lulu Lutfilabibi telah melakukan banyak pameran di luar negeri dan mendapatkan penghargaan.

Untuk mendapatkan koleksinya secara online cukup sulit, karena selain hanya sedikit online fashion store yang menjualnya, juga koleksinya cepat sekali sold out. Lebih baik langsung mendatangi lokasi rumah sekaligus butik Lulu Lutfilabibi yang berada di Kota Gede Yogyakarta, tepatnya di Gang Kampung Pekaten No. 858 A Prenggan.

Walaupun sebenarnya model dan jenis kain dari produknya bukanlah sejenis kebaya pada umumnya, namun banyak dari konsumen yang menjadikannya atasan kebaya modern.

  • Lila Imeldasari

( Foto : Harian Jogja )

Lemari Lila merupakan merek kebaya yang didirikan oleh seorang wanita bernama Lila Imeldasari, di Yogyakarta. Bermula dari hobbynya berbelanja di pasar Beringharjo dan memodifikasi pakaian akhirnya mengantarkan dia menjadi pemilik sebuah merek kebaya yang unik.

Lemari Lila memiliki gaya rancangan yang etnik, unik, dan terkesan vintage karena beberapa rancangannya mengangkat kembali model kebaya kutubaru yang sudah dianggap kuno. Di Lemari Lila kebaya kutubaru tidak lagi terlihat kuno, karena dimodifikasi secara lebih kekinian dengan warna-warna yang cerah, corak bergaya etnik. Model-model yang menjadi andalan merek lemari lila antara lain model kebaya mbok jum, dan kain lilitnya yang menjadi model bawahan kebaya terbaru yang sedang popular di kalangan masyarakat.  

Lokasi toko Lemari Lila berada di Jalan D.I Pandjaitan No. 45 Yogyakarta. Social media menjadi salah satu distribution channel terbaik untuk penjualannya. Melalui akun Instagram @lemarilila, merek ini mampu menarik puluhan ribu pengikut yang berasal dari seluruh Indonesia dan berbagai usia. Untuk model lengkap beserta harganya dapat langsung dicek di website resminya yaitu www.lemarilila.com.

Melihat karya-karya dua perancang busana di atas membuat kita semakin bangga akan kekayaan budaya Indonesia. Dan dengan bangganya saat ini industry fesyen dalam negeri tidak lagi dirajai oleh karya dari bangsa lain. Bahkan hasil karya anak bangsa sudah mulai memiliki posisi bergengsi di pasar Internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *